Pada 1989, dia mendapat medali perunggu dari pemerintah Jerman Timur atas pengabdian setia kepada Tentara Rakyat Nasional, seperti disebutkan di laman Kremlin.
Sekembalinya dia ke Rusia, Putin diangkat sebagai kepala Badan Keamanan Federal Rusia (FSB), badan intelijen pengganti KGB. Dia kemudian menjadi presiden Rusia pada 2000.
Pada Juni 2017, kepada publik, Putin mengungkap tugasnya selama bekerja untuk KGB meliputi pengumpulan data intelijen ilegal.
Putin juga mengatakan mata-mata KGB adalah seseorang yang dilengkapi kualitas spesial, tekad khusus, dan tipe karakter istimewa.
Berdasarkan kesepakatan rahasia antara KGB dan Stasi, seperti dilihat BBC, KGB memiliki 30 agen di Jerman Timur yang bekerja berdampingan dengan Stasi.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, berkomentar soal kartu identitas Stasi milik Putin.
"KGB dan Stasi adalah dua badan intelijen yang bermitra, sehingga Anda tidak bisa menepis kemungkinan ada pertukaran kartu identitas semacam itu," ujarnya.