Kasus Penembakan Mantan PM Jepang Shinzo Abe Guncang Dunia, Ini Alasannya

Umaya Khusniah
Senjata yang digunakan pelaku penembakan mantan PM Jepang Shinzo Abe merupakan pistol rakitan. (Foto: AP Photo)

Dia menambahkan, kasus penembakan ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa kekerasan bersenjata juga dapat terjadi di Jepang. Selain itu, SOP terkait perlindungan terhadap politisi Jepang perlu diperiksa kembali. 

"Menganggap serangan semacam ini tidak akan pernah terjadi akan menjadi kesalahan besar,” katanya. 

Dalam hukum Jepang, kepemilikan senjata api adalah ilegal tanpa izin khusus. Termasuk kegiatan impor senjata juga dinilai ilegal. Aturan yang sama berlaku untuk beberapa jenis pisau dan senjata tertentu lainnya, seperti busur silang.

Orang yang ingin memiliki senjata api pun harus melalui pemeriksaan latar belakang yang ketat, termasuk izin dari dokter dan menyertakan informasi tentang anggota keluarga. Mereka juga harus lulus tes untuk menunjukkan bahwa mereka tahu cara menggunakan senjata dengan benar. 

Mereka yang melewati dan membeli senjata juga harus membeli sistem penguncian khusus untuk itu pada saat yang bersamaan.

Menurut Direktur Armament Research Services, sebuah firma investigasi senjata spesialis, N.R. Jenzen-Jones, senjata yang digunakan dalam serangan terhadap Abe mungkin adalah senjata api rakitan. Dia membandingkan senjata itu dengan senapan di mana bubuk mesiu dimuat secara terpisah dari peluru.

“Undang-undang senjata api di Jepang sangat ketat. Jadi saya pikir senjata yang digunakan memilikiki moncong. Bukan hanya upaya untuk menghindari kontrol senjata api, tetapi juga kontrol ketat amunisi di Jepang," katanya. 

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil

57 tahun lalu

Gempa Besar Guncang AS, Venezuela, dan Jepang, Ini Penjelasan Ahli

57 tahun lalu

Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang

57 tahun lalu

Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal