HONG KONG, iNews.id - Tragedi kebakaran dahsyat yang melumat tujuh dari delapan menara Apartemen Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, Hong Kong, terus memunculkan pertanyaan besar, bagaimana api bisa menyebar begitu cepat hingga menghanguskan tujuh gedung sekaligus?
Jawaban yang mulai mengemuka mengarah pada satu hal yang mengejutkan, busa tipis yang dipasang di luar jendela sebagai bagian dari renovasi.
Kebakaran pada Rabu (26/11/2025) itu sejauh ini menewaskan 128 orang serta sekitar 200 lainnya hilang. Sejumlah korban selamat mengaku melihat api merambat dengan kecepatan tidak wajar, naik dari lantai ke lantai dalam hitungan menit, seolah mendapat bahan bakar tambahan.
Busa Tipis di Jendela, Sumber Misteri Penyebaran Api?
Salah satu korban selamat, Lau Yu Hung (78), mengatakan sebagian besar jendela apartemennya ditutupi busa tipis yang digunakan dalam proyek renovasi besar-besaran di kompleks Wang Fuk Court. Bahan itu semula dipasang sebagai pelindung dan peredam, tetapi belakangan diduga memiliki sifat mudah terbakar.
Ketika dia melihat ke luar jendela kamar mandi, api di gedung sebelah sudah membubung tinggi. Lau dan istrinya langsung sadar bahwa kebakaran itu bisa dengan cepat menyambar ke menara tempat mereka tinggal karena adanya lapisan busa tersebut.
“Api merambat naik dengan kecepatan mengerikan,” katanya, menggambarkan bagaimana api seolah melompat dari satu lantai ke lantai lain.
Lau melanjutkan, tidak ada alarm berbunyi, tidak ada peringatan apa pun. Dia dan istrinya selamat hanya karena bergerak cepat turun melalui tangga.
Dugaan Kelalaian Konstruksi: Material Eksternal Tak Penuhi Standar Keselamatan
Kecurigaan bahwa material renovasi berperan besar dalam memperparah tragedi ini semakin kuat setelah pernyataan dari kepolisian.
Lai Yee Chung, pejabat senior Kepolisian Hong Kong, mengungkapkan material yang digunakan pada dinding luar gedung, termasuk jaring dan lembaran pelindung renovasi, diduga tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran.
Di salah satu menara, pihak berwenang menemukan busa mudah terbakar dipasang di luar jendela lobi lift di setiap lantai, sebuah posisi yang sangat riskan karena berada di jalur vertikal penyebaran api.
Para pejabat menilai ada kelalaian berat dalam proses konstruksi dan renovasi ini. Bahan-bahan tersebut tidak hanya gagal menahan api, tetapi justru mempercepat penyebarannya, membuat api menjalar dari satu gedung ke gedung lain seperti deretan obor raksasa.