Aksi protes tersebut dipicu oleh serangan Israel baru-baru ini terhadap kamp pengungsi di Kota Rafah, Jalur Gaza Selatan.
Pada Minggu (26/5/2024) lalu, Israel menyerang kamp pengungsi di timur laut Rafah. Dinas Pertahanan Sipil Palestina mengatakan, sedikitnya 40 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan itu.
Pada Senin dan Selasa, Israel kembali membunuh sedikitnya 37 pengungsi Palestina di kamp pengungsi Tal al-Sultan di pinggiran Rafah.
Israel mengirim pasukan ke Rafah pada 7 Mei, menandai dimulainya operasi darat di kota selatan Gaza itu. Netanyahu telah bersumpah untuk terus menggempur Rafah, dengan dalih pasukan Israel harus memasuki kota itu demi melenyapkan Hamas dan mengembalikan para tawanan yang disandera para pejuang Palestina sejak 7 Oktober lalu.