Islamic Relief juga menyatakan Israel masih menghalangi masuknya bahan bangunan untuk tempat penampungan, bahan bakar, dan pasokan medis ke Gaza.
Kondisi kemanusiaan semakin memburuk karena sekitar 82 persen bangunan di Gaza dilaporkan rusak atau hancur. Lebih dari separuh layanan kesehatan juga disebut telah berhenti beroperasi, sementara lebih dari 20.000 pasien dengan kondisi sakit parah belum mendapatkan izin untuk meninggalkan Gaza guna menjalani pengobatan.
Organisasi kemanusiaan itu mendesak para pemimpin dunia meningkatkan tekanan untuk melindungi warga sipil dan menegakkan hukum internasional.
"Gencatan senjata yang hanya sekadar nama tidak bisa menjadi alasan bagi ketidakbertindakan dunia internasional," ujarnya.