Kepolisian Filipina Sebut WNI Pelaku Pengeboman Gereja Bernama Abu Hud

Anton Suhartono
Kepala Kepolisian Nasional Filipina Oscar Albayalde (Foto: AFP)

Mereka tinggal di Lampinigan selama beberapa hari. Namun Albayalde tak bisa memastikan, apakah pasutri itu datang ke Lampinigian langsung dari Indonesia, atau sudah tinggal di Mindanao sejak lama. Soal identitas, Albayalde menyebut sang pria memiliki nama panggilan Abu Hud.

Selama tiga hari di Lampinigan, lanjut dia, Kamah menyediakan akomodasi kepada pasutri dan mengawal mereka. Di pulau itu pula, pasutri bertemu Hatib Sawadjaan, pemimpin Ajang-Ajang, kelompok militan salah satu faksi dari Abu Sayyaf yang disebut bertanggung jawab dalam ledakan gereja.

Setelah itu, pada 26 Januari, pasutri tersebut berangkat ke Jolo. Keesokan harinya, saat misa berlangsung pukul 08.45 waktu setempat, mereka beraksi dengan meledakkan bom bunuh diri.

Albayalde melanjutkan, Sawadjaan dan kelompoknya sudah merencanakan aksi ini selama hampir setahun.

Menurut dia, masih ada 14 tersangka lain yang diburu, termasuk Sawadjaan serta warga Indonesia lainnya.

Keterlibatan pasutri Indonesia pertama kali diucapkan Menteri Dalam Negeri Eduardo Ano pada Jumat pekan lalu. Namun dia tak menyebutkan identitas pelaku.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
15 jam lalu

4 WNI Diculik Bajak Laut, Militer Gabon Buru Para Pelaku

Internasional
3 hari lalu

Gunung Sampah Longsor, Korban Tewas jadi 6 Orang 30 Lainnya Hilang

Nasional
4 hari lalu

Iran Diguncang Demo Besar-besaran, Kemlu Ungkap Kondisi Para WNI

Internasional
4 hari lalu

Gunungan Sampah Longsor di Filipina, 2 Orang Tewas 36 Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal