"Ketika kita berbicara, saya mengirim ribuan dan ribuan tentara yang bersenjaya lengkap, personel militer, dan petugas penegak hukum untuk menghentikan kerusuhan, penjarahan, perusakan, penyerangan dan perusakan properti secara tidak sah," kata Trump dikutip dari AFP.
"Kita akan mengakhirinya sekarang," ucapnya.
Pernyataan Trump tersebut dikritik mantan Wapres AS Joe Biden. Dia meminta Trump tidak mengeluarkan pernyataan yang justru makin memanaskan situasi.
Menurut Biden, Trump selama ini terkesan mengabaikan desakan-desakan anti-rasisme dengan pendekatan kekuatan. Jika hal ini terus berlanjut, kemarahan warga berpotensi meluas dan menimbulkan kekacauan dalam skala besar.
"Donald Trump telah mengubah negara ini menjadi medan peran yang didorong oleh kebencian lama dan ketakutan baru," kata Biden dalam pidatonya di Philadelphia.
"Dia pikir tentara bisa membantu. Narsisme-nya lebih penting daripada kesejahteraan bangsa," ucapnya.