Pakar hubungan internasional menyebut respons China ini sebagai bukti perubahan posisi Beijing di panggung global. Tak lagi sekadar defensif, China kini lebih vokal dalam menghadapi tekanan dan sanksi dari AS.
“China tidak hanya menolak sanksi, tapi juga menyerang balik secara diplomatik. Ini bukan China yang sama seperti satu dekade lalu,” ujar analis dari lembaga think tank AsiaGlobal Institute, yang tak mau disebut namanya.
Dengan menegaskan China tampaknya ingin menunjukkan bahwa dunia tak lagi bisa dikendalikan oleh kekuatan tunggal. Sanksi dan tekanan ekonomi bukan lagi alat yang efektif untuk memaksakan kepatuhan.