Ketegangan Meningkat, Rusia Tembak dan Tahan 3 Kapal Ukraina

Nathania Riris Michico
Kapal-kapal Angkatan Laut Rusia menghadang kapal-kapal Ukraina yang dituduh memasuki perairan Rusia. (Foto: Getty Images/AFP)

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, langsung mengadakan pertemuan darurat dengan para kabinet pertahanan untuk menanggapi insiden ini. Dunia internasionalnya segera merespons ketegangan yang kian meningkat itu.

"Uni Eropa meminta Rusia mengembalikan kebebasan bergerak di Selat Kerch dan mendesak semua pihak menahan diri," demikian pernyataan Uni Eropa, menanggapi situasi tersebut.

"NATO mendukung kedaulatan Ukraina dan kesatuan wilayahnya secara penuh, termasuk hak bernavigasi di wilayah teritorialnya. Rusia harus memastikan akses tak terhalang ke pelabuhan-pelabuhan Ukraina di Laut Azov," demikian ditegaskan NATO.

Perairan dangkal Laut Azov terletak di sebelah timur Krimea dan sebelah selatan sejumlah wilayah yang diduduki sebagian oleh kelompok separatis pro-Rusia.

Dua pelabuhan Ukraina di pesisir utara, Berdyansk and Mariupol, memainkan peranan krusial dalam mengekspor biji-bijian dan baja sekaligus mengimpor batu-bara.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
2 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

9 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

9 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

10 hari lalu

Rusia Porak-porandakan Kota-Kota di Ukraina Pakai Rudal Korut, Presiden Zelensky Murka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal