Kirim Bom Klaster ke Ukraina, AS Sama Saja Akui Lakukan Kejahatan Perang

Anton Suhartono
Rusia menentang keras pengiriman bom klaster ke Ukraina oleh AS (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Rusia menentang keras rencana Amerika Serikat (AS) mengirim bom klaster atau amunisi tandan ke Ukraina. Pengiriman senjata bernama Dual Purpose Improved Conventional Munitions (DPICM) itu sama saja bentuk pengakuan bahwa AS melakukan kejahatan perang.

"Kami memperhatikan pernyataan (John) Kirby (juru bicara Penasihat Keamanan Nasional AS) tentang pengiriman bom klaster ke Ukraina. Pejabat tersebut secara de facto mengakui, Amerika melakukan kejahatan perang dalam konflik Ukraina," bunyi pernyataan Kedubes Rusia di Washington DC, melalui Telegram, seperti dilaporkan kembali Reuters, Senin (10/7/2023).

Pemerintahan Presiden Joe Biden pada Jumat pekan lalu menyetujui pengiriman bom klaster. Senjata yang dilarang penggunaannya di banyak negara itu masuk dalam paket bantuan senjata terbaru untuk Ukraina senilai 800 juta dolar AS.

Pengiriman itu dilakukan atas permintaan Ukraina dengan alasan penggunaannya akan memberikan dampak psiko-emosional luar biasa bagi pasukan Rusia di medan perang.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan, bom klaster bisa meningkatkan serangan pembalasan Ukraina untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang direbut Rusia sejak invasi pada 24 Februari 2022.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

57 tahun lalu

Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal