Kirim Bom Klaster ke Ukraina, AS Sama Saja Akui Lakukan Kejahatan Perang

Anton Suhartono
Rusia menentang keras pengiriman bom klaster ke Ukraina oleh AS (Foto: Reuters)

"Kami sadar bom klaster bisa menimbulkan risiko bahaya bagi warga sipil, yakni dari senjata yang tidak meledak. Inilah mengapa kami menunda keputusan selama kami bisa," kata Sullivan.

Namun dia menilai risiko kematian warga sipil akan lebih tinggi lagi jika pasukan dan tank Rusia terus mengalahkan tentara Ukraina untuk merebut wilayah lebih luas. Apalagi Ukraina tak memiliki artileri yang cukup untuk melawan.

Bom klaster merupakan senjata beranak pinak, di dalamnya terdapat puluhan bom kecil yang bisa menyerang area lebih luas. Masalahnya, tidak semua bom meledak saat itu, sehingga mengancam warga sipil setelah konfilk berakhir.

"Ukraina sudah memberi jaminan tertulis mereka akan menggunakannya dengan sangat hati-hati," kata Sullivan, seraya menegaskan Dewan Keamanan Nasional AS sepakat untuk mengirim senjata tersebut.

Ukraina juga berjanji tak akan menggunakannya di wilayah Rusia.

Sementara itu paket bantuan keamanan senilai 800 juta dolar AS yang diumumkan Pentagon juga termasuk 31 unit meriam Howitzer, amunisi tambahan rudal sistem pertahanan Patriot, serta senjata anti-tank. Meriam howitzer 155 mm bisa digunakan untuk menembak amunisi bom klaster.

Selain itu ada pula drone Penguin, amunisi Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), kendaraan tempur Bradley, dan kendaraan angkut personel lapis baja Stryker. 

Itu merupakan paket bantuan AS ke-42 untuk Ukraina sejak invasi Rusia yang jika ditotal nilainya lebih dari 40 miliar dolar AS.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 jam lalu

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Terpidana Nidal Hasan

10 jam lalu

Ngeri! AS Dilaporkan Bakal Gunakan Amunisi "Ibu dari Segala Bom" Serang Iran

19 jam lalu

Trump: China dan Rusia Rugi Besar jika Bantu Iran Perang Lawan AS

19 jam lalu

Mengenal Sistem Pertahanan Patriot yang Digunakan Arab Saudi Cegat Rudal Houthi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal