Moon Jae In (kiri) dan Kim Jong Un bertukar surat saling menyampaikan dukungan menjelang pergantian pemimpin Korea Selatan (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

SEOUL, iNews.id - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un bertukar surat dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In yang akan lengser bulan depan. Dalam surat itu Kim berterima kasih kepada Moon atas upayanya meningkatkan hubungan kedua negara yang berselisih.

Kantor berita Korut KCNA melaporkan, Moon lebih dulu mengirim surat kepada Kim yakni pada Rabu (20/4/2022). Dia menjanjikan upaya berkelanjutan guna meletakkan dasar bagi penyatuan dua Korea. Upaya tersebut didasarkan pada deklarasi bersama yang dicapai pada pertemuan Moon dan Kim pada 2018.

Keesokan harinya Kim mengirim surat balasan yang isinya menyebutkan, pertemuan bersejarah kedua pemimpin pada 2018 memberi harapan masa depan kepada rakyat kedua negara. Keduanya juga sepakat bahwa hubungan ini bisa terus berkembang jika kedua pihak melakukan upaya tanpa lelah.

"Kim Jong Un menghargai usaha dan upaya yang dilakukan Moon Jae In untuk mencapai tujuan besar bangsa sampai hari-hari terakhir masa jabatannya," demikian laporan KCNA, seraya menambahkan pertukaran surat itu merupakan bentuk ekspresi dari rasa saling percaya yang dalam.

Moon dan Kim diketahui bertemu beberapa kali sejak 2018 untuk berusaha memperbaiki hubungan dua negara yang secara teknis masih berstatus perang sejak perjanjian gencatan senjata pada 1953. Moon juga memfasilitasi pertemuan Kim dengan Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu Donald Trump guna membahas perlucutan nuklir di Semenanjung Korea.

Sayangnya, pertemuan dengan Trump belum membuahkan hasil karena tak ada kata sepakat di antara kedua pihak. AS ingin Korut lebih dulu melucuti senjata nuklirnya, sementara Korut ingin AS mencabut sanksi lebih dulu.

Moon akan menyerahkan jabatan kepada Yoon Seuk Yool pada 10 Mei yang memenangkan pemilu pada 9 Maret lalu dengan perolehan suara sangat tipis dari pesaingnya Lee Jae Myung. Berbeda dengan Moon, presiden Korsel yang baru memiliki kebijakan tegas menghadapi Korut.

Mendatangkan kembali pesawat pengebom, kapal induk, dan kapal selam AS merupakan bagian dari rencana Yoon yang berjanji untuk menanggapi dengan tegas setiap ancaman Korut.

Yoon akan meminta AS untuk menempatkan kembali pesawat pengebom nuklir serta kapal selam di Semenanjung Korea terkait ketegangan baru pascauji coba rudal Korut. Permintaan itu akan disampaikan Yoon kepada mitranya dari AS Joe Biden saat berkunjung ke Washington DC.


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT