Kisah Kelam Aktivis GSF di Tahanan Israel: Muslimah Dirampas Jilbabnya dan Dipukul

Anton Suhartono
Fatima Hendricks, aktivis GSF asal Afrika Selatan, menggambarkan malam penangkapan Israel sebagai neraka yang tak akan terlupakan (Foto: AP)

“Saya sudah mengenakan jilbab sejak usia 11 tahun. Memaksa kami untuk menanggalkannya adalah bentuk penghinaan terhadap keyakinan kami dan bukti kebencian mereka terhadap Muslim," katanya.

Dia menuturkan ada sekitar 10 hingga 12 tahanan perempuan di sel mereka. Namun saat meminta kasur tambahan, dua perempuan dipukuli oleh penjaga. 

“Mereka tidak mengenal belas kasih selain kekerasan,” ujarnya.

Kesaksian serupa juga disampaikan oleh Mandla Mandela, cucu mendiang Nelson Mandela, yang turut serta dalam misi GSF. Dia menyebut tindakan Israel bukan sekadar penahanan, tetapi penculikan di laut internasional.

Namun dia tak ingin membesar-besarkannya karena tak ingin fokus pemberitaan menjadi teralihkan, bukan lagi ke penderitaan warga Gaza.

“Kami diculik di perairan internasional. Rakyat Palestina setiap hari diserang dan dibunuh. Narasinya bukan tentang kami, tapi tentang kekejaman yang mereka hadapi,” ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Keji! Israel Lukai-Bunuh Warga Palestina Tiap 90 Menit sejak Gencatan Senjata Gaza

3 hari lalu

81 Pesawat Militer AS Rusak dan Hancur Selama Perang Melawan Iran, Ini Daftarnya

4 hari lalu

Israel-AS Siapkan Serangan Terbaru, Iran: Balasan Kami Lebih Dahsyat

4 hari lalu

Penilaian CIA Ungkap Israel Mungkin Bakal Runtuh, kok Bisa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal