Kisah Pasutri Beli Rumah Angker Tempat Pembunuhan Berantai, Para Korban Dikubur di Halaman

Anton Suhartono
Rumah Tom William dan Barbara Holms (Foto: Barbara Holms)

SACRAMENTO, iNews.id - Publik Amerika Serikat (AS) pernah dibuat heboh dengan kasus pembunuhan berantai pada 1980-an. Kejahatan ini melibatkan seorang perempuan bernama Dorothea Puente dengan para korbannya yakni kelompok rentan.

Puente merupakan pemilik kos di Sacramento, California, yang pelanggannya antara lain tunawisma dan penderita gangguan kejiwaan. Dia membunuh beberapa pelanggan kemudian memakamkan di halaman belakang rumah. Setelah itu Puente mencairkan cek jaminan sosial para korban. Kasus pembunuhan ini kemudian tertangkap dan Puente dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Tom William (71), seorang pembeli rumah mengungkapkan pengalaman memutuskan untuk membeli dan tinggal di tempat horor tersebut. Dia sudah mengetahui soal pembunuhan yang dilakukan Puente sebelum meneken kontrak pembelian rumah.

"Saya ingat pernah mendengar tentang kasusnya di berita ketika saya berusia 30-an," ujar William, dikutip dari Newsweek.

William pertama kali menikah pada 1972. Setelah istri pertamanya meninggal, dia menikah dengan perempuan bernama Barbara Holms (71) kemudian memulai usaha toko buku.

"Kami menikah pada 2005 dan memutuskan untuk pindah dari San Francisco Bay Area ke Georgetown, kota kecil di pegunungan California, dan membuka toko buku di kota terdekat, Placerville. Kami menjalankan bisnis toko selama 5 tahun," ujarnya.

Setelah toko tutup, dia dan keluarga pindah ke perkotaan yang lebih padat, pada 2010, yakni Sacramento. Di sana dia mencari rumah yang lebih besar karena juga membawa serta ibu mertua.

"Kami sedang mencari rumah sangat murah dan telah mendatangi banyak properti sebelum menemukan 1426 F Street," tuturnya.

Belum berjodoh dengan properti yang pertama, rumah di sebelahnya justru yang menarik perhatian William.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Begini Wujud Autopen, Alat Peniru Tanda Tangan yang Dipermasalahkan Trump kepada Joe Biden

Internasional
6 jam lalu

Mengenal Autopen, Alat Pembuat Tanda Tangan yang Jadi Senjata Trump Serang Joe Biden

Internasional
6 jam lalu

Cabut Instruksi Presiden Era Joe Biden, Trump Sebut AS Dikendalikan Kelompok Kiri

Internasional
8 jam lalu

Wah, Trump Batalkan Seluruh Instruksi Presiden Era Joe Biden yang Diteken Pakai Autopen

Internasional
22 jam lalu

Dari Sekutu Jadi Ancaman, Kisah Pahit Imigran Afghanistan yang Berbalik Menyerang AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal