Kisah Pembelotan Pilot Jet Tempur Israel, Ajak Teman-temannya Tolak Serang Gaza

Anton Suhartono
Seorang mantan pilot jet tempur Israel sebut negaranya organisasi teroris (Foto: Reuters)

ANKARA, iNews.id - Pertempuran terbaru Israel dengan para pejuang Gaza pada 10 Mei menggugah seorang mantan pilot jet tempur angkatan udara Zionis bicara. 

Dalam wawancara dengan kantor berita Turki Anadolu, pria bernama Yonatan Shapira itu mengecam habis-habisan pemerintahnya yang kembali menyerang Gaza, wilayah di Palestina berpenduduk 2 juta jiwa yang sejak 2007 berada dalam blokade.

Dia mengundurkan diri dari tentara Israel pada 2003 saat puncak Intifadah (gerakan perlawanan Palestina) Kedua.

Shapira menggambarkan pemerintah dan tentara Israel sebagai organisasi teroris yang melakukan kriminal. Dia menyadari kondisi itu setelah lama bergabung dalam militer. Misi yang dijalankan militer tak sejalan dengan hati nuraninya sehingga memutuskan keluar.

"Saya menyadari selama Intifada Kedua apa yang dilakukan Angkatan Udara Israel dan militer Israel adalah kejahatan perang, meneror jutaan penduduk Palestina," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Ini Skenario Israel Usir Jutaan Warga Gaza dalam 7 Tahun

3 hari lalu

DPR AS Sahkan UU Hentikan Bantuan Dana untuk Kampus yang Boikot Israel

3 hari lalu

Israel Bakal Usir 1,86 Juta Warga Gaza dalam 7 Tahun

4 hari lalu

Israel Ingin Usir Seluruh Warga Gaza, Menhan Katz: Tak Ada Solusi Lain

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal