Instinct merupakan asisten pribadi berbasis AI yang dapat digunakan melalui pesan teks maupun panggilan telepon. Pengguna bisa memintanya merencanakan perjalanan, membeli kebutuhan sehari-hari, memesan tiket, hingga membatalkan langganan yang tidak lagi diperlukan.
Asisten ini juga dirancang untuk mempelajari preferensi pengguna melalui memori yang menyimpan informasi dari interaksi sebelumnya. Dengan begitu, pengguna diharapkan tidak perlu berulang kali menjelaskan kebutuhan yang sama ketika meminta bantuan.
Menurut Shinn, sektor perjalanan menyumbang sekitar setengah dari volume transaksi tahunan Instinct. Perusahaan juga mengembangkan fitur Instinct Concierge yang memungkinkan asisten AI menelepon pelaku usaha untuk membantu membuat reservasi atau mengurus kebutuhan tertentu.
Namun, layanan Instinct masih menggunakan sistem akses berbasis undangan. Perusahaan juga terus meningkatkan kapasitas komputasi agar dapat melayani lebih banyak pengguna.
Sebelum mendirikan Instinct, Shinn merupakan mahasiswa Northeastern University di Boston, Amerika Serikat. Dia meninggalkan bangku kuliah pada 2023 untuk bergabung dengan Sierra, perusahaan rintisan yang mengembangkan agen AI bagi kebutuhan bisnis.