Kisah Suami yang Hadiahkan Ginjalnya untuk Istri

Anton Suhartono
N Arumagam (kiri) dan Saras Adiya (Foto: The Straits Times)

Sehari-hari pasangan itu hidup dari bisnis menjalankan toko bunga. Mereka memulainya dari memiliki toko kecil di Yishun 30 tahun lalu.

Saat itu bisnis mereka lancar dan hidup bahagian sampai Saras didiagnosis menderita ginjal polikistik pada 2013. Ini merupakan kelainan bawaan di mana kista yang tumbuh di ginjal Saras membesar. Akibatnya, ginjalnya tak berfungsi lagi.

Saras segera menindaklanjuti dengan melakukan tes medis dan pengobatan lebih lanjut, namun kondisinya tidak membaik.

Tiga tahun lalu, dokter menyarankan agar dia menjalani cuci darah. Namun Arumagam tidak menyetujui karena tidak tega. Cuci darah akan mengganggu aktivitas sehari-harinya. Saras juga harus pergi ke pasar setiap hari serta bersosialisasi dengan teman-teman.

Kondisinya mulai memburuk hingga dokter memberi tahu bahwa keluarga harus melakukan sesuatu jika ingin menyelamatkan nyawa Saras.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Megapolitan
5 hari lalu

Jakarta Jadi Kota Teraman Nomor 2 se-ASEAN, Ungguli Bangkok dan Manila

Nasional
24 hari lalu

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Tutup Usia di Singapura

Nasional
28 hari lalu

RI-Singapura Bahas Ekspor Listrik Bersih, Kepri Disiapkan Jadi Hub Industri Teknologi

Nasional
29 hari lalu

Bahlil Lapor ke Prabowo, 2 Kargo Minyak Mentah dari Singapura Sempat Batal Dikirim ke RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal