Kisah Wanita Muslim Uighur 'Disiksa' di Kamp Pelatihan Paksa Xinjiang

Nathania Riris Michico
Warga Muslim Uighur di China. (Foto: AFP)

"Jika kami bertanya obat apa itu, mereka akan dihukum karena mengajukan pertanyaan, dan tidak ada orang perempuan yang mengalami menstruasi bulanan karena mereka memberi kita obat khusus yang menghentikan menstruasi."

Pernyataan Jelilova ini bertentangan dengan klaim Pemerintah China namun sesuai dengan kelompok advokasi masyarakat Uighur dan hak asasi manusia lainnya.

Dia mengaku selama berada di dalam kamp kerap dipukuli dan ketika pertama kali masuk, dia memiliki berat 76 kilogram. Namun dalam sebulan dia kehilangan berat badan lebih dari 20 kilogram.

"Tujuan akhir dari kamp-kamp konsentrasi itu adalah untuk menghilangkan orang-orang Uighur, kaum Muslim," katanya.

Menurut Jelilova, dia dikeluarkan dari kamp setelah upaya lobi yang berkelanjutan oleh keluarganya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
6 hari lalu

China Bantah Kirim Senjata ke Iran untuk Perang Lawan AS-Israel

Internasional
11 hari lalu

Bos Perusahaan Bagikan Bonus Rp400 Miliar, Bantu Karyawan Bayar Cicilan

Internasional
11 hari lalu

Membelot, Mantan Pilot Jet Tempur F-35 AS Ditangkap karena Latih Pilot Militer China

Nasional
12 hari lalu

Polisi Bongkar Sindikat SMS E-Tilang Palsu, Dikendalikan WN China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal