Kisah Warga Kashmir yang Tak Bisa Berkurban akibat Kebijakan Pemerintah India

Anton Suhartono
Pasukan India menjaga setiap lokasi di Kashmir (Foto: AFP)

Menurut Ahmad, mesin-mesin ATM kehabisan uang tunai dan bank-bank ditutup.

Kondisi ini kontras dengan tahun lalu, di mana Ahmad bisa membeli lima ekor domba.

"Saya tidak bisa membeli domba tahun ini untuk kurban," tuturnya.

Kondisi serupa dialami Shakeel Bhat, seorang warga Srinagar. Dia memang berhasil mencapai sebuah pasar di kota itu untuk mencari hewan kurban setelah berjalan sejauh 10 kilometer. Namun sesampainya di sana, uang yang dibawa ternyata tak cukup karena harga hewan melonjak drastis dibandingkan tahun lalu.

"Perkiraan saya harganya 9.000 rupee (sekitar Rp1,8 juta), tapi sekarang terlalu tinggi. Para pedagang mengatakan mereka mempertaruhkan nyawa untuk keluar ke jalanan," kata Bhat.

Seorang pedagang, Shamsher Khan, mengatakan, dia dan dua saudaranya menjual domba dan kambing setiap tahun menjelang kurban. Mereka melintasi padang rumput dan melewati gunung untuk membawa hewan kurban dari luar Kashmir.

Khan berjalan hampir 250 kilometer dari Distrik Reasi sambil membawa sekitar 150 domba ke Srinagar pada pekan lalu. Namun sesampainya di Srinagar, dia tak bisa menjual banyak hewan kurban.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

Mengapa Bangladesh Sita Harta Mantan PM Sheikh Hasina Rp112 Triliun? Ini Duduk Perkaranya

3 hari lalu

Fantastis! Bangladesh Sita Harta Mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina Rp112 Triliun

4 hari lalu

Gunung Sampah Longsor Timpa Puluhan Pekerja TPA, 9 Orang Tewas

9 hari lalu

Wamen Pariwisata: Prambanan Siap Jadi Magnet Wisatawan Hindu Mancanegara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal