LONDON, iNews.id - Harga minyak dunia kembali naik pada perdagangan Kamis (10/9/2026), dengan Brent menembus level psikologis 100 dolar AS per barel sejak sesi perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu konflik Iran-Amerika Serikat (AS) yang memanas dan dikhawatirkan semakin mengganggu pasokan energi global.
Melansir AP, harga minyak mentah berjangka Brent melonjak naik 40 sen atau 0,4 persen menjadi 101,61 dolar AS per barel, berdasarkan data pukul 08.14 GMT. Sementara itu, harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), turut menguat 49 sen atau 0,51 persen menjadi 96,54 dolar AS per barel.
Dengan penguatan tersebut, harga Brent tercatat melonjak hampir 30% dibandingkan dari titik terendahnya pada awal Agustus. Menurut data LSEG, harga Brent di pasar fisik juga telah berada di atas 100 dolar AS per barel sejak 3 September.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah upaya mencapai kesepakatan permanen antara AS dan Iran untuk menghentikan serangan, kembali pupus. Konflik Iran-AS yang sebelumnya mereda justru kembali pecah pada akhir Agustus.
“Lonjakan harga baru-baru ini menunjukkan bagaimana pasar melihat konflik ini. Perang akan berlangsung lebih lama dari perkiraan sebulan lalu, apalagi dibandingkan awal musim panas. Jika pasokan dan ekspor minyak berkurang, keseimbangan pasokan tetap ketat dan harga tetap tinggi,” kata analis PVM John Evans.