Konflik Makin Runcing, Jepang Tangguhkan Program Perjalanan Bebas Visa dengan Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Menteri Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno. (Foto: Reuters)

Program pertukaran bebas visa Jepang-Rusia memungkinkan warga negara Jepang untuk mengunjungi Kepulauan Kuril Selatan yang disengketakan. Program itu pertama kali diluncurkan pada 1992, berdasarkan kesepakatan antarpemerintah.

Pada 1956, Uni Soviet dan Jepang menandatangani deklarasi di mana Moskow setuju untuk mempertimbangkan kemungkinan mentransfer pulau Habomai dan Shikotan ke Jepang setelah berakhirnya perjanjian damai. Sementara, nasib Pulau Kunashir dan Iturup tidak disebutkan dalam dokumen tersebut. 

Uni Soviet berharap Deklarasi Bersama akan mengakhiri perselisihan. Sementara Jepang menganggap itu hanya bagian dari solusi atas sengketa, namun tidak melepaskan klaim Tokyo atas semua pulau tersebut.

Rusia berkeras bahwa kedaulatannya atas pulau-pulau—yang menjadi bagian dari Uni Soviet setelah Perang Dunia II—itu tidak terbantahkan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, 8 Orang Tewas Puluhan Terluka

4 hari lalu

Kabar Duka, Ilustrator Kiki's Delivery Service Akiko Hayashi Meninggal Dunia

5 hari lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

11 hari lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal