Seperti diketahui, Arab Saudi, Pakistan, dan Turki meneken Pakta Pertahanan Makkah pada Agustus lalu. Perjanjian keamanan ini mengamanatkan para anggotanya untuk membantu salah satu negara yang diserang.
Kementerian Energi Arab Saudi pada Selasa kemarin menyatakan, fasilitas minyaknya di wilayah selatan diserang dari arah Yaman. Serangan itu memicu kebakaran di beberapa lokasi, memaksa penghentian operasi.
Sementara itu otoritas Saudi menyebutkan, setidaknya 73 warga sipil uka akibat serangan rudal dan drone Houthi di beberapa kota dalam beberapa hari terakhir.
Konflik antara Arab Saudi dan Houthi meningkat sejak Juli. Pemicunya pasukan pemerintah Yaman menyerang bandara di Ibu Kota Sanaa yang dikendalikan Houthi.
Kelompok Houthi menyalahkan Arab Saudi atas serangan itu seraya mengumumkan pembalasan terhadap berbagai fasilitas Saudi, termasuk bandara.
Arab Saudi pun tak tinggal diam, melanjutkan serangan ke wilayah Yaman yang dikuasai kelompok tersebut.