Konflik Wilayah Kaya Minyak Essequibo, Ketegangan Meningkat Antara Guyana dan Venezuela 

Muhammad Fida Ul Haq
Guyana siaga penuh terkait konlfik wilayah penuh minyak (Foto: Reuters)

Venezuela, yang memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia, mengalami kesulitan ekonomi akibat sanksi AS dan manajemen yang buruk. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, baru-baru ini menyetujui izin untuk mengembangkan sumber daya di Essequibo, yang menjadi sumber konflik antara kedua negara.

Guyana, yang merespons dengan kritik terhadap langkah Venezuela, menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan dapat merusak stabilitas regional. 

Sementara Venezuela mengadakan referendum untuk memulihkan kedaulatan Essequibo, Guyana bersiap menghadapi situasi yang mungkin muncul.

Konflik antara kedua negara telah berlangsung sejak 2015 ketika perusahaan minyak mengembangkan ladang minyak skala besar di wilayah pesisir Essequibo. Perkembangan selanjutnya dalam konflik ini akan terus menjadi sorotan di tingkat regional.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Buletin
3 jam lalu

Selat Hormuz Ditutup, Presiden Prabowo Panggil Bahlil Bahas Nasib Stok BBM Nasional

Nasional
26 hari lalu

SKK Migas Kejar Target Lifting 610.000 Barel per Hari, 39 Sumur Minyak Siap Dibor

Internasional
1 bulan lalu

Hadapi AS, Iran Siapkan 1.000 Drone Canggih Hasil Pengalaman Perang Lawan Israel

Internasional
1 bulan lalu

Pesawat Maskapai Kolombia Jatuh Dekat Perbatasan Venezuela, Tewaskan Anggota DPR

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal