Konglomerat Taiwan Ini Tolak Kemerdekaan Negaranya usai Perusahaan Didenda China

Ahmad Islamy Jamil
Konglomerat Taiwan, Douglas Hsu. (Foto: Reuters)

Hsu berpendapat, perusahaan-perusahaan Taiwan tidak dapat menyelesaikan kesulitan politik karena itu sejatinya adalah tugas para politikus. Karenanya, para pelaku bisnis selalu mengharapkan perdamaian serta “pertukaran dan interaksi yang normal”.

Beijing selalu mengklaim Taiwan sebagai bagian dari China. Negeri tirai bambu pun akhir-akhir ini semakin meningkatkan tekanan terhadap pulau itu. Namun, Presiden Taiwan Tsai Ing Wen mengatakan, negaranya tidak akan tunduk pada tekanan. Dia pun menegaskan akan membela demokrasi dan kebebasan Taiwan.

Awal bulan ini, China mengeluarkan ancaman bahwa siapa pun yang mendukung kemerdekaan resmi Taiwan, termasuk perusahaan-perusahaan, akan bertanggung jawab secara pidana.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
11 jam lalu

Ini Alasan Rusia-China 'Tak Dukung' Iran saat Voting Resolusi DK PBB soal Serang Negara Teluk

Nasional
3 hari lalu

Ikrar Nusa Bhakti Sebut AS Justru Ingin Akhiri Perang, Bongkar Andil China untuk Iran

Belanja
4 hari lalu

Kreatif! Tirai Penutup Kedai saat Puasa Disulap Jadi Media Promosi Usaha Lokal

Internasional
10 hari lalu

China Bantah Kirim Senjata ke Iran untuk Perang Lawan AS-Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal