Korsel Buka Peluang untuk Ikut-ikutan Mempersenjatai Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol. (Foto: Reuters)

Korsel menjadi salah satu sekutu utama Amerika Serikat di Asia. Negeri ginseng itu juga menjadi produsen utama amunisi artileri. Sejak pecahnya perang di Ukraina, ada tekanan yang meningkat dari negara-negara barat terhadap Seoul untuk mengirimkan pasokan senjata ke Kiev.

Kendati demikian, Korsel sampai sejauh ini berusaha menghindari permusuhan dengan Rusia, lantaran banyak perusahaannya beroperasi di negeri beruang merah. Di samping itu, kuatnya pengaruh Moskow atas Korea Utara juga menjadi pertimbangan Seoul untuk berhati-hati mengambil sikap terkait Ukraina. 

“Saya percaya tidak akan ada batasan sejauh mana dukungan untuk mempertahankan dan memulihkan negara yang telah diserang secara ilegal baik di bawah hukum internasional maupun domestik,” kata Yoon. 

“Namun, mengingat hubungan kami dengan pihak-pihak yang terlibat dalam perang dan perkembangan di medan perang, kami akan mengambil tindakan yang paling tepat,” ujarnya.

Yoon dijadwalkan mengunjungi Amerika Serikat minggu depan untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden AS Joe Biden. Kunjungan tersebut menandai peringatan 70 tahun aliansi kedua negara.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
10 jam lalu

Menkeu AS Klaim Iran Akan Buka Selat Hormuz Hari Ini

22 jam lalu

Iran Akan Tembak Setiap Kapal Lewati Jalur Ilegal Selat Hormuz

24 jam lalu

Iran Sebut Spanyol Diganggu AS dengan Krisis Perbatasan karena Menentang Perang Timur Tengah

24 jam lalu

AS Dilaporkan Akan Tutup Konsulat Jenderal di Medan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal