Demokrat Soroti Jutaan Suara Tak Terwakili, Usul Skema Dapil Nasional
JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Umum DPP Partai DemokratDede Yusuf Macan Effendi menyoroti potensi jutaan suara rakyat yang tidak terkonversi menjadi kursi akibat penerapan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT). Menurutnya, fokus Demokrat saat ini bukan memperdebatkan besar kecilnya persentase ambang batas parlemen, melainkan bagaimana suara pemilih tetap terwakili.
"Kalau Demokrat sedang mengkaji, bukan soal persennya. Tapi soal berapa banyak suara rakyat yang nanti hangus kalau konsepnya hanya PT persen," ucap Dede kepada wartawan, Minggu (20/9/2026).
Dede menyinggung penerapan PT pada Pemilu 2024 yang berada di angka 4 persen. Dia menyebut, terdapat sekitar 17 juta suara yang tidak terkonversi menjadi kursi.
Sementara pada Pemilu 2009, ketika ambang batas parlemen berada di angka 2,5 persen, jumlah suara yang tidak menghasilkan kursi disebut mencapai sekitar 19 juta. Data KPU mencatat PT 2,5 persen memang berlaku dalam penentuan kursi DPR pada Pemilu 2009.
Atas dasar kekhawatiran tersebut, Dede mengatakan Demokrat sejak awal telah mengusulkan konsep alternatif yang disebut Dapil Nasional (national pool).