Korut Akan Luncurkan Lagi Satelit Mata-Mata Militer, Jepang dan Korsel Gelisah

Ahmad Islamy Jamil
Korut sebelumnya sudah meluncurkan satelit mata-mata militernya pada November 2023, memicu reaksi dari AS, Korea Selatan, dan Jepang. (Foto: KCNA)

SEOUL, iNews.id - Korea Utara telah memberi tahu Jepang tentang rencana Pyongyang untuk meluncurkan roket yang membawa satelit antara Senin (27/5/2024) dan Selasa (4/6/2024) pekan depan. Hal itu diungkapkan oleh Korpa Penjaga Pantai Jepang pada hari ini.

Pemerintah Korea Selatan kemudian menyatakan bahwa Korut telah mengeluarkan pemberitahuan terkait peluncuran satelit pengintaian militernya. Jika berhasil, ini akan menjadi satelit mata-mata kedua Pyongyang yang mengorbit.

Pemberitahuan tersebut disampaikan menjelang pertemuan puncak trilateral antara Jepang, Korsel, dan China di Seoul. Para pemimpin Korsel dan Jepang menuntut agar rencana peluncuran satelit oleh Korut itu dibatalkan. Tokyo dan Seoul beranggapan tindakan Pyonyang tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Para pejabat dari Amerika Serikat, Jepang, dan Korsel langsung berdiskusi lewat sambungan telepon untuk merespons pemberitahuan dari Korut itu. Ketiga negara sekutu itu sepakat bahwa peluncuran satelit Korut yang menggunakan teknologi rudal balistik akan melanggar resolusi PBB, kata Kementerian Luar Negeri Jepang. Para pejabat Jepang, AS, dan Korsel juga sepakat untuk menuntut Korut membatalkan rencana peluncuran tersebut.

Secara terpisah, Korea Selatan menyatakan, peluncuran satelit pengintaian militer Korut akan menjadi tindakan provokatif dan ancaman serius terhadap keamanan regional di Asia Timur.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Nasional
2 hari lalu

Pabrik Patungan Krakatau Steel dan Osaka Steel Jepang Tutup Operasi di RI, Ini Penyebabnya

Internasional
4 hari lalu

Badai Salju Dahsyat Terjang Jepang Tewaskan 30 Orang, Wanita Lansia Tertimbun 3 Meter

Internasional
6 hari lalu

PM Jepang Takaichi Luka akibat Ulah Pendukung, Batal Ikut Debat di Televisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal