Kudeta Myanmar, AS Jatuhkan Sanksi kepada 2 Anak Jenderal Min Aung Hlaing dan 6 Perusahaan

Anton Suhartono
Min Aung Hlaing (Foto: MRTV via Reuters)

Kelompok aktivis Justice for Myanmar sebelumnya menyatakan Min Aung Hlaing menyalahgunakan kekuasaan untuk menguntungkan keluarganya. Dia menjadi pemimpin militer Myanmar sejak 2011.

Posisi itu dimanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan dari akses ke sumber daya negara serta mendapat impunitas total dari militer.

Sementara itu di antara enam perusahaan Myanmar yang masuk daftar hitam AS adalah A&M Mahar yang dikendalikan Aung Pyae Sone. 

Justice for Myanmar menyebutkan, A&M menawarkan perusahaan farmasi asing untuk memiliki akses ke negara itu dengan mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

AS sejauh ini masih menahan diri untuk menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan yang dikendalikan militer yakni Myanmar Economic Corporation (MEC) dan Myanmar Economic Holdings Limited (MEHL) karena kedua perusahaan ini mengendalikan sebagian besar ekonomi negara itu. Sanksi terhadap mereka akan sangat berdampak langsung kepada rakyat.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
12 jam lalu

Trump Akhirnya Akui Persediaan Amunisi AS Menipis gegara Lawan Iran: Perang Segera Berakhir!

16 jam lalu

Presiden Iran Akui Mojtaba Sempat Tak Setuju Gencatan Senjata dengan AS 

1 hari lalu

Murka! Trump Ancam Penjarakan Pihak yang Bocorkan Stok Rudal AS

1 hari lalu

Iran dan Oman Sepakati Kelola Selat Hormuz Bersama, Bagaimana dengan AS?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal