Langgar Jarak Sosial di Filipina Bakal Dicambuk Pakai Rotan

Anton Suhartono
Pelanggar jarak sosial di Filipina akan dihukum cambuk (Foto: Reuters)

Pihak berwenang sejauh ini telah memperingatkan, menangkap, dan menghukum sekitar 700.000 orang karena pelanggaran protokol kesehatan seperti tidak menjaga jarak fisik, tidak mengenakan masker, dan lainnya, terhitung sejak Maret 2020.

Saat itu Presiden Rodrigo Duterte memberlakukan lockdown paling ketat dan paling lama di dunia yang menyebabkan matinya aktivitas perekonomian. Lockdown dihapus sebagian pada Juni sehingga memungkinkan aktivitas bisnis berdenyut kembali.

Sementara itu untuk liburan Natal, pemerintah melarang pesta, perkumpulan keluarga, serta nyanyian kidung di luar rumah. Rencana sebelumnya yang mengizinkan anak di bawah umur mengunjungi pusat perbelanjaan juga dibatalkan.

Filipina sejauh ini mengonfirmasi 436.000 kasus infeksi Covid-19, sebanyak 8.500 di antaranya meninggal dunia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
8 jam lalu

Buntut Perang Timur Tengah, Filipina Terapkan Kerja 4 Hari Seminggu demi Hemat Energi

Health
2 hari lalu

Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!

Internasional
17 hari lalu

Umumkan Maju Pilpres Filipina, Wapres Sara Duterte Minta Maaf Pernah Dukung Bong Bong Marcos

Internasional
17 hari lalu

Pecah Kongsi dengan Bong Bong Marcos, Wapres Filipina Sara Duterte Maju Pilpres

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal