Lebih Berbahaya dan Mematikan, Virus Nipah Intai Manusia Usai Pandemi Covid-19

Anton Suhartono
Seperti virus corona, Nipah juga berasal dari kelelawar (Foto: Reuters)

Menghindari kelelawar mungkin cara sederhana untuk terlepas dari potensi paparan. Namun seiring bertambahnya populasi, manusia mengubah kondisi dengan menghancurkan habitat satwa liar. 

Semakin banyak kawasan yang dirambah, potensi kontak dengan hewan liar yang membawa virus juga tinggi.

"Penyebaran patogen (zoonosis) ini dan risiko penularan dipercepat denga perubahan penggunaan lahan seperti penggundulan hutan, urbanisasi, dan intensifikasi pertanian," kata Rebekah J White dan Orly Razgour, dalam ulasan University of Exeter 2020 tentang penyakit zoonosis.

Disebutkan 40 persen populasi dunia tinggal di kawasan Asia dan Pasifik dan urbanisasi yang pesat masih berlangsung. 

Berdasarkan data Bank Dunia, hampir 200 juta orang pindah ke daerah perkotaan di Asia Timur antara tahun 2000 dan 2010.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
22 jam lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

5 hari lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

7 hari lalu

Momen Raja dan Ratu Thailand Jadi Pilot-Kopilot, Terbangkan Pesawat ke Vietnam

15 hari lalu

Thailand Deportasi Warga Prancis Cekcok dengan Turis Israel, Sempat Kibarkan Bendera Palestina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal