Ledakan Bom Pager di Lebanon Bikin Pusing Taiwan, Peringatkan Penyebar Hoaks

Anton Suhartono
Kasus ledakan massal pager di Lebanon yang menewaskan sedikitnya 12 orang membuat pusing pemerintah Taiwan (Foto: AP)

Sebelumnya Menteri Pertahanan (Menhan) Taiwan Wellington Koo mengatakan dinas keamanan menyelidiki ledakan perangkat komunikasi itu. Dia menegaskan pemerintah merespons kasus ini secara serius.

Ledakan pager pada Selasa lalu menewaskan sedikitnya 12 orang, termasuk dua anak-anak. Selain itu antara 2.000 sampai 3.000 orang lainnya luka. Jumlah korban itu belum termasuk ledakan gelombang kedua, melibatkan ledakan perangkat komunikasi lainnya, termasuk walkie talkie.

"Dinas keamanan Taiwan sedang menyelidiki masalah ini dan menanggapinya dengan serius. Kementerian Pertahanan tidak terlibat dalam kasus ini," kata Wellington.

Secara terpisah, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Taiwan Sun Li Fang mengatakan, pihaknya tak memiliki penjelasan untuk disampaikan mengenai perusahaan Gold Apollo.

CEO Gold Apollo sebelumnya mengatakan, pager yang meledak itu tidak diproduksi di Taiwan melainkan oleh perusahaan Hongaria, BAC Consulting, di bawah kesepakatan lisensi.

Namun BAC juga terlibat dengan alasan perusahaan hanya menyediakan layanan konsultasi bisnis, tidak terlibat dalam produksi pager.

Sky News Arabia melaporkan, badan intelijen Israel Mossad terlibat dalam menanam bahan peledak pada komponen baterai pager. Total ada sekitar 5.000 pager digunakan oleh kelompok Lebanon Hizbullah.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ketegangan Memanas, Hizbullah Bersumpah Lanjutkan Perang Melawan Israel

57 tahun lalu

Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump

57 tahun lalu

Hubungan Retak! Pemerintahan Donald Trump Diam-Diam Dekati Oposisi Israel, Singkirkan Netanyahu?

57 tahun lalu

Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal