Mahasiswi Indonesia Kisahkan Kengerian Gempa di Hokkaido Jepang

Anton Suhartono
Gempa bumi merusak jalanan di Sapporo (Foto: AFP)

Namun, lima hari pascagempa, kondisi di Hokkaido berangsur normal. Di Obihiro, kata perempuan asal Tangerang Selatan, Banten, itu listrik sudah menyala kembali setelah sempat padam selama 36 jam.

Hanya saja, belum semua kebutuhan sehari-hari tersedia di supermarket. Produk roti dan susu, yang merupakan andalan Hokkaido, belum masuk ke supermarket.

"Listrik sudah kembali normal. Semuanya sudah hampir ke semula. Tapi untuk produk susu (yoghurt, keju, susu minum) dan roti masih belum dijual atau sedikit di supermarket karena proses pemerasan yang katanya terlambat," kata mahasiswi fakultas pertanian itu, saat dihubungi iNews.id, Selasa (11/9/2018).

Gempa terjadi saat warga sedang istirahat. Dia pun sedang tidur sampai terjaga akibat bunyi alarm telepon genggam.

"Waktu gempa terjadi jam 3 pagi, saya bangun karena alarm handphone," ujarnya.

Saat alarm menyala, lanjut dia, guncangan gempa belum sampai Obihiro. Delapan detik kemudian guncangan baru dirasakan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
17 hari lalu

Heboh Gempa Dahsyat M7,1 Jepang Disebut Buatan Manusia, Mungkinkah?

18 hari lalu

Jepang Geger! Gempa Dahsyat M7,1 Tewaskan Puluhan Orang Disebut Buatan Manusia

21 hari lalu

Gempa M7,1 Jepang, Pencarian Dihentikan Korban Tewas 36 Orang

24 hari lalu

Gempa M7,1 Jepang Renggut 28 Nyawa, Korban Terbanyak di Mal dan Pabrik Kertas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal