Mahasiswi Indonesia Kisahkan Kengerian Gempa di Hokkaido Jepang

Anton Suhartono
Gempa bumi merusak jalanan di Sapporo (Foto: AFP)

"Sekitar delapan detik kemudian gempanya datang dan lumayan kencang. Saya agak takut, jujur saja. Saya juga agak bingung harus bagaimana karena sudah panik. Haruskah keluar atau ngumpet di bawah meja, saya bingung," katanya, lagi.

Saat itu listrik padam, tidak ada cahaya sama sekali, sehingga dia memutuskan tidur lagi. Dia mengakui seharusnya tidak melanjutkan tidur, namun melihat kondisi di luar terlebih dulu. Apalagi jika gempa susulan masih terus terjadi.

Listrik padam membuat sinyal komunikasi putus. Karena itu, dia tak bisa memberi dan mendapat kabar dari kerabat dan teman-teman. Informasi seputar gempa pun minim didapat. Hal ini menjadi kendala baginya karena tidak ada WNI lain yang tinggal di sana.

"Provider mati, jadi sinyal jelek banget enggak bisa kirim kabar apa pun ke teman-teman, keluarga," katanya.

Lebih lanjut Diera menuturkan, kondisi di Obihiro cukup sulit karena penduduknya banyak. Dampaknya, tempat-tempat penjual makanan diserbu warga.

"Kenapa (daerah) yang lebih besar lebih parah, karena lebih banyak penduduknya maka lebih sedikit makanan yang tersedia," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 bulan lalu

Gempa M6,2 Guncang Prefektur Shimane Jepang

Nasional
2 bulan lalu

Gempa M6,7 Guncang Jepang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Internasional
2 bulan lalu

Gempa M6,7 Guncang Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
2 bulan lalu

Penjelasan Pakar, Mengapa Gempa M7,5 di Jepang Bisa Picu Guncangan Lebih Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal