Mahathir Janji Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah APEC 2020

Nathania Riris Michico
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. (FOTO: CHRIS JUNG/NURPHOTO VIA GETTY IMAGES)

Hubungan yang bergolak antara kedua pria tersebut -sekutu yang berubah menjadi saingan sengit yang kemudian kembali bersatu untuk merebut tampuk kekuasaan- membentuk situasi politik di negeri jiran selama puluhan tahun.

Secara tak terduga, pada 2018, Mahathir terpilih sebagai kepala pemerintahan koalisi, di mana partai pengusung terbesarnya dipimpin oleh Anwar Ibrahim (72). Anwar sendiri dipenjara sebanyak dua kali untuk kasus terpisah, yaitu sodomi dan korupsi -dakwaan yang dia sebut bermotif politik.

Pekan lalu, Anwar menyangkal tuduhan baru yang dilayangkan mantan ajudannya yang mengatakan bahwa dirinya mencoba memaksa ajudan laki-lakinya itu untuk berhubungan seks. Tuduhan itu dia gambarkan sebagai motif politik yang paling buruk.

Ini merupakan kali kedua Mahathir menjabat sebagai PM Malaysia. Sebelumnya, dia menduduki jabatan tersebut selama 22 tahun dari 1981 hingga 2003.

Anwar sendiri merupakan wakil Mahathir pada periode 1993-1998, hingga akhirnya keduanya pecah kongsi. Anwar kemudian dipenjara setahun setelahnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
8 jam lalu

BMKG Ungkap Penyebab Asap Karhutla Kalimantan Bisa Terbawa sampai Malaysia-Singapura

16 jam lalu

Dapat Kiriman Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kasus Asma dan ISPA di Malaysia Melonjak

1 hari lalu

Asap Karhutla Ganggu Malaysia-Singapura, BNPB Minta Jangan Saling Menyalahkan

4 hari lalu

Bareskrim Tangkap Bandar Narkoba Pengendali Kelab Malam Batam Basri Lewaimang di Malaysia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal