Mahathir Mohamad: Prancis Dulu Membunuh Jutaan Orang, Banyak di Antaranya Muslim

Ahmad Islamy Jamil
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. (Foto: AFP)
— Dr Mahathir Mohamad (@chedetofficial) October 29, 2020

Mahathir mengatakan, Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak menunjukkan tanda-tanda sebagai orang beradab. Menurut dia, cara berpikir Macron masih sangat primitif.

“Orang Prancis harus mengajari masyarakatnya untuk menghargai perasaan orang lain. Karena Anda telah menyalahkan semua Muslim dan agama Islam atas apa yang dilakukan oleh satu orang yang marah, maka Muslim berhak menghukum orang Prancis,” tutur pria yang dua kali menjabat perdana menteri Malaysia dengan total masa pemerintahan 24 tahun itu.

“Boikot tidak dapat memperbaiki kesalahan yang dilakukan oleh orang Prancis selama ini,” ucapnya.

Awal bulan ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan Islam sebagai “agama dalam krisis” dan mengumumkan rencana undang-undang yang lebih keras untuk menangani “separatisme Islam” di Prancis.

Ketegangan semakin meningkat setelah kasus pemenggalan kepala seorang guru sekolah menengah Prancis, Samuel Paty, pada 16 Oktober di pinggiran Paris. Guru itu dibunuh setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad di salah satu kelasnya saat membahas soal kebebasan berekspresi.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Seluruh Sekolah di Johor Malaysia Kembali Ditutup akibat Kiriman Kabut Asap Kalimantan

2 hari lalu

Perjalanan Cinta Syed Saddiq dan Bella Astillah, Rekan Kerja Berujung Nikah

2 hari lalu

Maskawin Pernikahan Syed Saddiq dan Bella Astillah Viral, Uang Tunai Rp2 Jutaan

2 hari lalu

Selamat! Syed Saddiq dan Bella Astillah Resmi Menikah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal