Mahathir Mohamad: Prancis Dulu Membunuh Jutaan Orang, Banyak di Antaranya Muslim

Ahmad Islamy Jamil
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. (Foto: AFP)

Penyerangnya, Abdullakh Anzorov, seorang pria berusia 18 tahun asal Chechnya, kemudian ditembak mati oleh polisi.

Macron memberikan penghormatan kepada Paty, dan kartun yang dirilis oleh Charlie Hebdo juga diproyeksikan pada bangunan di beberapa kota. Macron membela karikatur itu, dengan mengatakan bahwa negaranya tidak akan menyerah hanya gara-gara kartun. Pernyataan itu memicu kemarahan di seluruh dunia Muslim.

Selain kecaman dari sejumlah negara termasuk Turki, Iran, dan Pakistan, ada seruan untuk memboikot produk-produk Prancis di negara-negara mayoritas Muslim.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Seluruh Sekolah di Johor Malaysia Kembali Ditutup akibat Kiriman Kabut Asap Kalimantan

2 hari lalu

Perjalanan Cinta Syed Saddiq dan Bella Astillah, Rekan Kerja Berujung Nikah

2 hari lalu

Maskawin Pernikahan Syed Saddiq dan Bella Astillah Viral, Uang Tunai Rp2 Jutaan

2 hari lalu

Selamat! Syed Saddiq dan Bella Astillah Resmi Menikah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal