Mahathir Sebut Perjanjian Dagang Malaysia-AS Rugikan Pribumi, Ini Respons Pemerintah

Anton Suhartono
Malaysia mengomentari tuduhan Mahathir Mohamad bahwa perjanjian dagang dengan AS merugikan kaum pribumi (Foto: Facebook)

Zafrul bahkan menantang Mahathir untuk menunjukkan bagian mana dari perjanjian yang diklaim menyerahkan hak istimewa bumiputera kepada pihak AS.

Menurut dia, Mahathir keliru menafsirkan Pasal 6.2, yang disebut-sebut mengharuskan perusahaan milik pemerintah mengambil keputusan semata-mata berdasarkan pertimbangan komersial. Zafrul menegaskan pasal itu tidak bermaksud meniadakan kebijakan pro-bumiputera, melainkan memastikan transparansi dan praktik bisnis yang sehat.

Isu Bumiputera Jadi Pusat Polemik

Mahathir sebelumnya mengatakan, perjanjian itu akan membuat Malaysia harus memberikan perlakuan yang sama kepada Amerika terhadap barang-barang yang biasanya mendapat perlindungan khusus untuk bumiputera. Dia juga menuding ada banyak klausul dalam dokumen setebal 400 halaman itu yang berpotensi menyerahkan kekuasaan ekonomi Malaysia kepada AS.

Namun pemerintah menekankan, tidak ada satu pun klausul yang menyinggung penghapusan hak-hak bumiputera secara langsung atau tidak langsung. Zafrul menegaskan kembali kebijakan afirmatif untuk bumiputera tetap menjadi dasar utama dalam kebijakan ekonomi nasional.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
11 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah 106 Poin ke Rp17.861 per dolar AS

12 jam lalu

Begini Drama Evakuasi Trump dari Pesawat Air Force One di Turki, Dibawa Pakai Truk Logistik

13 jam lalu

Trump Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz 100%

14 jam lalu

AS Tarik Pesawat Tanker Militer dari Bandara Israel, Sinyal Berdamai dengan Iran?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal