Mantan Presiden Rusia Medvedev Sebut Amerika Ingin Bikin Panjang Perang Ukraina

Anton Suhartono
Dmitry Medvedev menuding keputusan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap perusahaan minyak Rusia sebagai tindakan perang (Foto: AP)

“Trump membatalkan pertemuan itu karena menganggapnya sia-sia. Sekarang dia berpihak sepenuhnya kepada Eropa yang gila,” katanya.

Medvedev menuduh Washington kini berperan langsung dalam memperpanjang konflik Ukraina. Dia bahkan menyebut Trump sebagai “musuh Rusia” yang tidak jauh berbeda dengan para pendahulunya.

“Dia tidak selalu aktif berjuang di pihak Bandera-nya Kiev, tapi ini sekarang konfliknya, bukan konflik Biden yang pikun,” sindirnya.

Sang mantan presiden menutup pernyataannya dengan seruan keras agar Moskow tidak lagi mengandalkan diplomasi.

“Rusia harus menang di lapangan, bukan di meja perundingan,” katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
16 jam lalu

Tak Jelas Kapan Berakhir, Perang Timur Tengah Mulai Bikin Negara Teluk Gerah

16 jam lalu

Iran Tegaskan Pasukan AS Tak Boleh Lintasi Selat Hormuz

17 jam lalu

Trump Ancam Bombardir Oman, kok Gitu?

21 jam lalu

Harga Minyak Dunia Kembali Menguat usai MoU Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal