Massa Tandingan Pendukung Junta Militer Myanmar Serang Demonstran Penentang Kudeta

Djairan
Massa tandingan pendukung junta militer Myanmar beraksi di Kota Yangon, Kamis (25/2/2021). (Foto: Reuters)

Unjuk rasa sudah berjalan selama tiga minggu, dimana penolakan dan aksi mogok kerja berlangsung setiap hari. Kondisi Myanmar semakin kacau sejak tentara merebut kekuasaan pemerintah pada 1 Februari, dan menahan pemimpin pemerintah sipil Aung San Suu Kyi.

Sebuah kelompok hak asasi manusia (HAM) di Myanmar mengatakan, hingga Rabu (24/2/2021) sudah ada 728 orang ditangkap, ditahan, dituntut atau dijatuhi hukuman terkait aksi turun ke jalan selama demonstrasi.

Kekerasan yang dilakukan massa tandingan itu menambah kekhawatiran akan kondisi Myanmar, di mana sebagian besar layanan telah lumpuh. Baik dosen, guru, perawat, dokter dan kalangan lainnya turun ke jalan. Begitupun dengan pusat bisnis yang memilih tutup sebagai bentuk protes.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

Polres Cilegon Latihan Penanganan Demo, 19 Siswa Kena Gas Air Mata yang Terbawa Angin

5 hari lalu

Prancis Membara! Latar Belakang Demo Ratusan Ribu Pelajar SMA, Singgung Guru Bolos

5 hari lalu

Demo Ratusan Ribu Siswa SMA Prancis Makin Membara, Sekolah-Sekolah Diliburkan

6 hari lalu

Kapolri Sapa Massa Buruh di Depan DPR, Sebut Pengesahan UU Ketenagakerjaan Kado Terindah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal