Masuk Daftar Hitam Kasus Narkoba, Polisi Filipina Ditembak Mati

Rully Ramli
Santiago Rapiz (Foto: Philnews)

MANILA, iNews.id - Seorang anggota kepolisian yang masuk dalam daftar hitam Presiden Filipina Rodrigo Duterte terkait jaringan narkoba, ditembak mati oleh petugas, Senin (5/11/2018).

Kepolisian Filipina menyatakan, polisi yang bertugas di Kota Dipolog bernama Santiago Rapiz termasuk dalam daftar 6.000 nama terduga pengedar narkoba yang dikeluarkan oleh Duterte. Dia sudah menabuh genderang perang terhadap pelaku kejahatan narkoba tak peduli jabatannya sejak 2016.

Berdasarkan keterangan kepala kepolisian bidang intelijen Romeo Caramat, peristiwa terjadi pada Senin malam saat Rapiz tertangkap basah menjual methamphetamine seharga 940 dolar AS atau sekitar Rp13,7 juta.

Dia bertransaksi dengan polisi yang sedang menyamar di wilayah Dipolog. Begitu barang bukti didapat, Rapiz langsung diringkus.

"Terjadi pengejaran singkat. Tapi ketika (Rapiz) terpojok, dia menembak anggota kami," kata Caramat, menjelaskan adanya baku tembak antara petugas dengan Rapiz, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/11/2018).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Gerombolan Pemotor Balap Liar di Jalan Layang Antasari Jaksel, Polisi Buru Pelaku

57 tahun lalu

Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte

57 tahun lalu

Gudang Pakan hingga Apartemen Jadi Pabrik Narkoba, Polda Metro Jaya Ringkus 5.000 Pelaku

57 tahun lalu

Viral Pria Diduga Dilecehkan Sesama Pria di Angkot Jaktim, Polisi Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal