Masuk Daftar Pantauan FBI, 12 Tokoh Muslim AS Gugat Departemen Kehakiman

Anton Suhartono
Sebanyak 12 tokoh Muslim AS menggugat Departemen Kehakiman karena dimasukkan dalam daftar orang dalam pemantauan FBI (Foto: Reuters)

Disebutkan pula, daftar itu sama saja menunjuk Muslim sebagai ancaman bagi AS. Pasalnya 98 persen orang yang masuk dalam daftar pemantauan FBI merupakan Muslim.

“Lebih dari 98 persen nama dalam daftar pantauan yang bocor pada tahun 2019 adalah Muslim. Hal itu tidak terjadi secara kebetulan,” kata pengacara dari Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) di Washington DC, Hannah Mullen.

Bahkan setelah seserang dihapus dalam daftar, dampak buruk dari pemantauan masih dirasakan seumur hidup.

“Stigma dan kerugian dari penempatan dalam daftar pantauan akan bertahan seumur hidup, bahkan jika tertuduh pada akhirnya memutuskan bahwa seseorang sudah tidak lagi memenuhi standar pemantauan... dan memilih untuk menghapus seseorang dari daftar,” demikian isi gugatan.

Para penggugat menyebut Jaksa Agung AS Merrick Garland, Direktur FBI Christopher Wray, Direktur Dinas Rahasia AS Kimberly Cheatle, Asisten Jaksa Agung Divisi Keamanan Nasional Matthew Olsen, Direktur Intelijen Nasional Avril Haines dan lainnya, sebagai tertuduh.

Para penggugat di antaranya Mohamed Khairullah, wali kota Prospect Park, Negara Bagian New Jersey. Dia diundang oleh Presiden Joe Biden untuk menghadiri perayaan Idul Fitri tahun ini di Gedung Putih, namun dibatalkan pada saat-saat terakhir. 

Selain itu ada pula Michael Migliore, seorang Muslim AS yang tinggal di Arab Saudi; Nidal El Takach, warga Michigan, dan sembilan orang lainnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 jam lalu

Peawat Jatuh di AS Tewaskan 6 Orang, Pilot Laporkan Ada Es di Sayap

9 jam lalu

AS Ikut Lobi Saudi agar Terima Bantuan Israel Lawan Houthi, Pangeran MBS Tetap Menolak

13 jam lalu

2 Kapal Kargo Singapura Dihantam Rudal di Selat Hormuz, 1 di Antaranya Tenggelam

19 jam lalu

Trump: Greenland Akan Hasilkan Minyak Lebih Besar Dibanding Wilayah Mana pun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal