Melonjak, Korban Tewas Amukan Topan Yagi di Myanmar Tembus 100 Orang

Anton Suhartono
Korban tewas hantaman Topan Yagi di Myanmar mencapai 113 orang (Foto: AP)

YANGON, iNews.id - Korban tewas hantaman Topan Yagi di Myanmar menembus 100 orang, tepatnya 113 orang, hingga Minggu (15/9/2024). Selain itu 64 lainnya masih dilaporkan hilang. Angka tersebut melonjak drastis dari jumlah kematian sehari sebelumnya yakni 74 orang.

Namun angka resmi pemerintah itu diyakini tak mencerminkan data sesungguhnya. Jumlah korban diyakini jauh di atas laporan tersebut. Sebagian orang mengatakan jumlah kematian sudah jauh lebih tinggi dari perkiraan resmi. Sebagian besar korban tewas akibat banjir dan tanah longsor.

Dampak hujan lebat berpusat di Negara Bagian Kayah, Kayin, Mandalay, Mon, dan Shan yang berada di Myanmar bagian tengah.

Juru bicara pemerintah junta Myanmar Zaw Min Tun mengatakan, 113 orang dipastikan tewas. Itu berbeda dengan laporan dari setiap daerah terdampak topan yang jika ditotal jumlahnya lebih daripada data pemerintah pusat.

Media Myanmar pro-AS, Radio Free Asia, melaporkan sedikitnya 160 orang tewas. Bahkan akun media sosial yang setia kepada pemerintahan junta militer, memberikan angka yang lebih ekstrem, yakni 230 orang tewas di Mandalay saja.

Sementara itu lebih dari 320.000 orang dipaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara. Hingga Jumat, lebih dari 236.000 orang ditampung di 187 kamp pengungsian.

Media pemerintah melaporkan, hampir 66.000 rumah hancur, belum termasuk 375 sekolah dan sebuah biara. Selain itu jalan raya sepanjang belasan km dan infrastruktur lainnya hanyut.

Yagi menghancurkan beberapa negara, seperti Vietnam, Laos, Filipina, dan Hainan di China. Di Vietnam saja korban tewas mencapai 260 orang lebih.

Meski Yagi telah turun menjadi depresi tropis sejak menerjang daratan di Vietnam utara, topan tersebut terus menyebabkan tanah longsor yang mematikan di beberapa negara Asia Tenggara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
5 hari lalu

Partai Pro-Militer Unggul dalam Pemilu Myanmar Tahap Pertama, Partisipasi Pemilih Rendah

Internasional
11 hari lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Kontroversial, Perang Saudara Masih Berkecamuk

Internasional
1 bulan lalu

Banjir Dahsyat di Asia Renggut 1.100 Nyawa Lebih, Raja Charles Singgung Isu Lingkungan

Internasional
1 bulan lalu

Banjir Renggut 100 Nyawa Belum Kering, Vietnam Bersiap Diterjang Topan Dahsyat Verbena

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal