WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berharap bisa melanjutkan negosiasi nuklir dengan Iran dan menyepakati sesuatu di tengah meningkatnya ketegangan bilateral.
Trump berkali-kali mengancam akan menyerang Iran dalam 2 pekan terakhir, dipicu demonstrasi anti-pemerintah yang rusuh hingga menewaskan ribuan orang.
"Tapi lihat, rencananya adalah (Iran) sedang berbicara dengan kita. Kita akan lihat apakah kita bisa melakukan sesuatu. Jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi," kata Trump, dalam wawancara dengan Fox News, dikutip Minggu (1/2/2026).
Dia lalu mengulangi ancamannya akan menyerang Iran dengan mengatakan, "Kita memiliki armada besar menuju ke sana, lebih besar daripada yang kita miliki dan sebenarnya masih kita miliki terhadap Venezuela."
Trump lalu mengungkit negosiasi nuklir terakhir dengan Iran yang gagal yang berujung dengan serangan pada Juni 2025.
"Kita akan lihat apa yang terjadi. Anda tahu, terakhir kali mereka bernegosiasi, kita harus melumpuhkan senjata nuklir mereka, tidak berhasil (negosiasi). Kemudian kita melumpuhkannya dengan cara berbeda, dan kita akan lihat apa yang terjadi," ujarnya.