Memorial hingga Kuburan Dirusak, Kasus Anti-Yahudi Berlanjut di Eropa

Nathania Riris Michico
Situs memorial di Sinagoga Yahudi di Strasbourg, sebuah kota di Prancis bagian timur, dirusak. (Foto: WAKIL WALI KOTA STRASBOURG, ALAIN FONTANEL)

Kanselir Angela Merkel mengatakan setiap orang bertanggung jawab untuk memiliki sikap "nol toleransi" terhadap anti-Semitisme dan bentuk-bentuk xenofobia lainnya.

"Orang-orang yang tumbuh dewasa di era ini harus tahu apa yang dapat dilakukan orang-orang di masa lalu dan kita harus bekerja proaktif untuk memastikan hal itu tidak pernah terulang," kata Merkel.

Kasus anti-semitisme meningkat tajam di Swedia

Data Badan Hak Asasi Uni Eropa pada 2018 menunjukkan, peningkatan tajam pada kasus anti-semitisme juga terjadi di Swedia.

Pada 2017, kampanye kebencian neo-Nazi memaksa sebuah komunitas Yahudi di kota utara Umea berhenti beraktivitas.

Kemudian pada Desember 2018, tiga lelaki asal Timur Tengah melemparkan bom bensin ke sebuah sinagog di Gothenburg ketika orang-orang muda sedang mengadakan pesta. Serangan itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
11 hari lalu

Israel Tuding Negara-Negara Barat Gagal Lindungi Orang Yahudi

Internasional
12 hari lalu

Penembakan di Australia, Israel Anggap Diaspora Yahudi Tak Lagi Aman di Negara Barat

Internasional
12 hari lalu

Orang Yahudi di Negara Barat Diminta Pindah ke Israel Pasca-Penembakan Australia

Internasional
14 hari lalu

Pria Muslim yang Cegah Penembakan Komunitas Yahudi di Australia Dapat Sumbangan Rp27 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal