Mengapa Natal di Rusia Dirayakan 7 Januari, Bukan 25 Desember? Begini Sejarahnya

Ahmad Islamy Jamil
Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Patriark Kirill, menyerukan gencatan senjata pada 7 Januari sehubungan dengan perayaan Natal di Rusia. (Foto: Reuters)

Perayaan Natal pada 7 Januari didasarkan pada kalender Julian. Kalender Julian ini sudah ada sebelum kalender Gregorian—yang menetapkan jatuhnya Natal setiap tanggal 25 Desember. 

Karenanya, Natal yang diperingati setiap 7 Januari juga dikenal sebagai Hari Natal Lama. Ketika Inggris beralih ke kalender Gregorian pada 1752, negara itu menghapus Hari Natal Lama untuk menutupi perbedaan dengan kalender Julian.

Akan tetapi, banyak kaum Nasrani yang tidak menerima perubahan tersebut dan lebih memilih menggunakan kalender Julian, termasuk Kristen Ortodoks.

Di Rusia, yang menjadi rumah bagi 39 persen umat Kristen Ortodoks dunia, rakyatnya merayakan Malam Natal pada 6 Januari dengan kebaktian. Pada 7 Januari, barulah mereka memperingati kelahiran Yesus.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

57 tahun lalu

Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi

57 tahun lalu

Putin Sindir Negara Barat yang Yakin Ukraina Akan Menang Perang: Tunggu Saja!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal