Mengejutkan! AI Diyakini Bisa Temukan Obat Kanker di Masa Depan

Rizky Agustian
Ilustrasi pasien kanker. (Foto: AI)

Haas, yang mundur dari jajaran direksi perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca pada April lalu, juga memiliki peran penting di SoftBank yang berbasis di Jepang. SoftBank merupakan pemilik utama Arm dan memiliki berbagai investasi di bidang teknologi, termasuk OpenAI.

Sementara itu, Profesor Chris Bakal dari Institute of Cancer Research di London sekaligus CEO Sentinal4D menilai persoalan utama dalam pemanfaatan AI di bidang medis bukan lagi apakah teknologi tersebut digunakan, melainkan data yang dimasukkan ke dalam sistem.

Menurut Bakal, laboratorium seperti miliknya melatih AI menggunakan data yang dihasilkan sendiri dari sampel pasien.

"Data tersebut tidak diambil dari internet. Sistem ini tidak memerlukan pusat data raksasa untuk beroperasi. Masa depan AI medis tidak akan ditentukan oleh siapa yang membangun komputer terbesar, melainkan oleh siapa yang memiliki data pengukuran yang tepat," tutur dia.

Dia menilai penggunaan AI berpotensi memangkas waktu pengembangan pengobatan baru hingga bertahun-tahun.

"Prediksi semacam itu dapat memangkas waktu pengembangan pengobatan baru hingga bertahun-tahun. Di sinilah AI memberikan manfaat nyata bagi pasien," kata Bakal.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
17 jam lalu

Luhut Ungkap Jurus Cegah Bansos Berbasis AI Dipakai Judol, Siapkan Opsi Kupon Digital

1 hari lalu

Bansos Digital Berbasis AI Segera Diluncurkan, Luhut: Tidak Boleh Judi Online!

1 hari lalu

Luhut Ungkap Bansos Berbasis AI Diluncurkan Oktober 2026, 50 Juta Warga Jadi Sasaran

2 hari lalu

Abah Setu Digeruduk Massa gegara Diduga Hina Nabi Muhammad, Ngaku Korban AI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal