Mengenal Bom Klaster yang Digunakan Thailand Serang Kamboja

Anton Suhartono
Konflik Thailand dan Kamboja semakin memanas, salah satunya terkait penggunaan bom klaster (Foto: Reuters)

Mengapa Banyak Negara Melarang Bom Klaster?

Diketahui, bom klaster dilarang oleh lebih dari 100 negara. Hal ini karena bahaya yang ditimbulkannya untuk warga sipil. Biasanya bom klaster melepaskan banyak bom kecil yang bisa membunuh tanpa pandang bulu di area yang luas. 

Tak hanya itu, bom yang tidak aktif bisa bertahan di tanah selama bertahun-tahun sebelum meledak.

Kelompok hak asasi manusia bahkan menggambarkan bom klaster atau munisi tandan senjata yang “menjijikkan” serta penggunaannya sebagai kejahatan perang.

Sebagian negara di dunia telah melarang penggunaan senjata ini melalui Konvensi Munisi Tandan (CCM) yang melarang penimbunan, produksi, hingga pengirimannya.  Di antara negara yang tidak menandatangani konvensi ini termasuk Thailand, di samping Amerika Serikat, Ukraina, Rusia, serta 71 negara lain.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
19 jam lalu

Panas Lagi! Pasukan Kamboja Tembakkan Granat ke Thailand

Internasional
2 hari lalu

Thailand hingga Singapura Perketat Pintu Masuk, Waspada Virus Nipah Jelang Imlek

Internasional
3 hari lalu

Heboh, Penumpang Pesawat Nekat Buka Pakaian

Nasional
5 hari lalu

WNI Eks Sindikat Online Scam Minta Dipulangkan dari Kamboja Bertambah, Kini 2.887 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal