Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Anton Suhartono
Dunia internasional menyoroti berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir New START antara Amerika Serikat dan Rusia (Foto: Kemhan Rusia via AP)

Rusia menangguhkan partisipasinya dalam inspeksi New START dan menolak akses pemeriksa AS ke fasilitas nuklirnya. Sebaliknya, Washington menuding Moskow melanggar ketentuan perjanjian. Ketegangan tersebut akhirnya berujung pada berakhirnya New START tanpa kesepakatan lanjutan.

Dengan berakhirnya perjanjian ini, AS dan Rusia kini tidak lagi terikat secara hukum pada batas jumlah hulu ledak nuklir strategis. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan munculnya perlombaan senjata nuklir baru dan meningkatnya risiko ketidakstabilan global.

Para pakar dan aktivis pengendalian senjata menilai, ketiadaan New START menghilangkan transparansi dan prediktabilitas dalam hubungan nuklir kedua negara. Padahal, AS dan Rusia bersama-sama menguasai lebih dari 80 persen hulu ledak nuklir dunia.

Berakhirnya New START juga menjadi alarm bagi komunitas internasional akan rapuhnya rezim pengendalian senjata nuklir global. Tanpa kesepakatan pengganti, dunia dinilai memasuki fase baru yang lebih berisiko dalam sejarah persaingan nuklir antarnegara besar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
38 menit lalu

Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!

Internasional
2 jam lalu

Trump Puas Negosiasi Nuklir dengan Iran: Mereka Siap Capai Kesepakatan!

Internasional
4 jam lalu

Trump Dilaporkan Gelar Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari

Internasional
5 jam lalu

Iran Pastikan Negosiasi dengan AS Hanya Bahas Nuklir, Bukan yang Lain

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal