Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Anton Suhartono
Donald Trump menyerukan kesepakatan nuklir yang baru setelah perjanjian dengan Rusia, New START, berakhir (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan kesepakatan nuklir yang baru setelah perjanjian dengan Rusia, New START, berakhir. Berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir New START antara kedua negara pada Rabu (4/2/2206) memicu kekhawatiran perlombaan senjata baru.

Trump menginginkan perjanjian yang baru memasukkan China karena negara tersebut mengalami kemajuan dalam produksi senjata nuklir. Meski demikian China menolaknya karena jumlah hulu ledak yang dimilikinya masih jauh di bawah AS dan Rusia.

Sementara itu Rusia menginginkan New START, yang disepakati sejak 2010, diperpanjang. 

Trump mengatakan, perjanjian New START yang ditandatangani oleh pendahulunya Barack Obama kemudian diperpanjang oleh Joe Biden, "dinegosiasikan dengan buruk" dan "sedang dilanggar secara terang-terangan" oleh Rusia.

"Kita harus meminta para ahli nuklir untuk membuat perjanjian baru yang lebih baik dan modern, yang bisa bertahan lama di masa depan," kata Trump, di platform media sosial Truth Social, dikutip Jumat (6/2/2026).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 jam lalu

Murka! Trump Ancam Penjarakan Pihak yang Bocorkan Stok Rudal AS

3 jam lalu

Iran dan Oman Sepakati Kelola Selat Hormuz Bersama, Bagaimana dengan AS?

4 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.923 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

5 jam lalu

Blak-blakan! Presiden Iran Akui Kesulitan Berkomunikasi dengan Mojtaba Khamenei

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal