Mengenal Ritual Pemakaman Langit Tibet, Seperti Apa Tradisinya?

Irma Rizqi Yani Solihah
pegunungan tibet

Sehari sebelum prosesi pemakaman, kerabat akan melepaskan seluruh pakaian yang dikenakan oleh sang jasad dan memposisikannya seperti kondisi bayi yang masih didalam rahim sang ibu dengan dibengkokkan semacam dalam keadaan duduk. Serta bagian kepala akan diatur dalam posisi berlawanan dengan area lutut.

Acara pemakaman dilakukan pada waktu sebelum matahari terbit. Hari pelaksanaan pun tiba, jasad akan diangkat menuju puncak pegunungan yang jauh dari perumahan penduduk. Lama akan membacakan lantunan permohonan agar menghilangkan dosa sang mayat dan membakar kemenyan yang dikhususkan mempengaruhi para burung pemangsa.

Para Body Breaker bertugas memotong, menyayat serta mencincang tubuh jenazah dengan perasaan gembira yang dapat digambarkan, seperti sedang melakukan aktivitas bekerja di ladang. Suasana duka diubah menjadi kebahagiaan dipercayai oleh masyarakat setempat sebagai upaya menuntun jasad dari masa yang gelap ke periode kehidupan berikutnya yang lebih baik.

Daging yang telah diamputasi tersebut akan ditambahkan dengan makanan utama warga Tibet (Tsampa) yang pembuatannya berbahan tepung barley. Kemudian diaduk rata untuk dipersembahkan kepada dakini hingga hanya tersedia tulang belulang yang akan ditumbuk untuk diberikan kepada hewan yang lebih kecil seperti burung Elang agar tidak tersedia sisa ditempat tersebut.

Dalam pemakaman langit Tibet terdapat beberapa larangan yang harus dilakukan untuk menghilangkan efek buruk dalam perjalanan sang awrah diantaranya adalah sebagai berikut

  • 1. Tidak diperbolehkannya orang asing menghadiri prosesi pemakaman
  • 2. Dilarang mengabadikan kegiatan upacara, untuk menghormati kesucian kegiatan
  • 3. Pihak keluarga tidak diperkenankan mengikuti acara dan hanya menyaksikannya dari atas bukit
  • 4. Tidak dilakukan kepada jasad yang sedang hamil, berusia dibawah 18 tahun, meninggal dikarenakan penyakit menular ataupun kecelakaan

Demikian,informasi ritual pemakaman langit Tibet yang unik. Jadi, setiap wilayah, kota, atau bangsa memiliki kebiasaan maupun tradisi berbeda-beda ya!

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Demonstran Bakar Diri hingga Tewas Dekat Markas PBB, Bawa Tulisan: China Keluar dari Tibet!

57 tahun lalu

Iran Mulai Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Delegasi dari 90 Negara dan 10 Juta Pelayat Diperkirakan Hadir

57 tahun lalu

Horor! Demonstran Bakar Diri hingga Tewas di Depan Markas Besar PBB New York

57 tahun lalu

Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal